Minggu, 21 Juli 2019

Aku yang membosankan.

Merasa aku membosankan saja. Tidak menarik.

Ayah sampai terheran bertanya padaku sebenernya aku pengen jadi apa. Rasa ambisius terhadap cita-cita serasa tak ada.

Aku merasa hal ini terjadi padaku semenjak aku tau bahwa aku berpenyakit autoimun, yang ternyata memang tidak bisa sembuh.

Aku merasa percuam melakukan semuanya jika akhirnya nantinya aku pasti sakit lagi.

Entah kenapa dengan sakitkuu yang terakhir aku tak punya semangat seperti setelah sakitku serangan pertama dan kedua. Aku merasa yaudah jalanin aja hidup yang ada. Jadi apa aja. Yang biasa aja. Ge perlu muluk, yang penting aku hidup.



Aku sadar sebenernya aku ga boleh seperti ini. Aku ga boleh suudzon terhadap takdir Allah. Tapi aku bingung aku harus bagaimana. Merasa ga punya trigger untuk berlaku layaknya anak muda yang punya semangat yang tak pernah luntur....


Sampai sejauh iniii belum ada yang membuatku lebih semangat mengejar cita-cita. Parah. Durhaka! Orang tua tidak kujadikan sebagai alasan aku tetap semangat berjuang menjadi seorang anak yang membanggakan. 

Jumat, 28 Juni 2019

Ragu

Ragu. Menyisakan banyak tanda tanya di kepalaku. Sebenernya hubungan apa yang sedang aku jalani.

Apakah ini perasaan sayang?
Tuluskah?

Tidak, aku tidak menilainya dari sisi orang lain. Aku mengkhawatirkan ini tepat dari diriku sendiri.
Aku bingung apakah bubungan hanya mengenai aku memberi apa dan aku mendapat apa?


Ragu untuk memulai selaras dengan ragu untuk mengakhiri. Aku lebih tertarik dengan apa yang terjadi saat ini. Yang lebih sedihnya lagi. Aku selalu berusaha mbuat ini sperti baik-baik saja. Sedangkan keadaannya mungkin aku akan tau apa yang akan terjadi.

Tidak akan cepat menyerah akan menjadi salah satu indikasi bahwa hubungan ini adalah hubungan yang bukan main-main.

Aaarrggghhh!!!!
Entahlahhh!



Rabu, 17 Agustus 2016

Tak Cukup Sekedar Maaf

Empat tahun bukan waktu yang sebentar untuk seseorang menjalani hidupnya.
Apalagi untuk suatu hubungan bersama sang kekasih.
Bukan hal yang ganpang pula untuk lupakan semua.

Bukan alasan yang khusus ketika meninggalkan.
Hanya mengingat akan agama yang aku pegang.
Aku memang bukan seorang yang terlalu 'khusyuk' menjalankan agama.
Tapi aku tersadar jika 'aku ingin khusyuk dalam menjalankan agamaku'.
Entah mungkin ini terlalu bulshit.

Aku tau, hal ini lebih jahat ketimbang aku bercumbu dengan yang lain.
Karna ketika it gone, perasaan ga cukup dengan dicuci saja.

Aku sadar aku menyakitimu.
Tapi aku juga sadar aku juga menyakiti agamaku.

Aku tak tau lagi harus melakukan apa.
Aku masih menginginkanmu.
Kamu pun iya.

Maafkan caraku yang terlalu anarki.
Bad reputated for me is a solusition.
Jujur aku kurang bisa mengendalikan diriku untuk tidak kembali padamu.
Maka inilah jalan keluarnya.

Kamu pasti membenci diriku.
Tetapi itu yang aku inginkan.

:)

Selasa, 19 Mei 2015

Hello!

Ini pertama kali aku nulis di blog , haha blog cuman buat tugas *dulu* selalu pengen nulis but kata hanyalah kata. kalo ini serius mau sedikit sahre tentang temen-temen baruku di kampus :3 oya ini juga alasan aku kenapa bikin judul "Hello!" huehehe. Say Hello! to my new friend :D


Ini kita nih para cewe-cewe atik haha yang pada kenal di prodi Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya :3 dari kiri ya aku sebutin satu-satu. ajeng(ajengs) - tina(tinut) - dina(dindut) - mban sandry(sun) - vany(funny) - me(always me) - sharah(pelor-lela) - kokom(komski) - umi(umik) .



Ini dia yang namanya mbak sun hahaha. aku suka panggil dia mbak meskipun kita sama-sama tetapi lebih tua dia beberapa bulan. yay dikarenakan dia sebenernya angkatan 2013 FE UI, trus karna menurut dia dia ga cocok dan seoemikiran sama kuliahnya, taun depannya dia masuk ke unair deh yang sial sekali kenal sama akuuu :Pv gaya foto sedikit *mmmmm* tapi aku suka :#


Funny yang ngakunya orang Sidoarjo tapi gabisa ngomong Jawa. usut diusut dia orang Sumatera, tetapi cuman sampe kelas 4 SD aja huehehe. Lucu dan sedikit freak. seneng lo bisa punya partner ber-freak ria :p mukanya yang mungil dan rambutnya yang kriwul bikin dia terus aja keinget.


Cewek berkerudung yang dari Sidoarjo juga seperti funny, ajeng namanya. uwoh untung-untung an nih aku bisa foto sama dia haha anti foto nih ajeng kalo banyak orang *kalo ada ga ada orang sih sama aja suka selfie ya jeng? :p* sering nyebelin disebelin haha asik atuh santai aja kalo sama ajeng :3


Cah ayu tekan Blitar. keliatan imut banget sih mik kalo gini :p muka sipit bikin dia sering dikira orang china, padahaaaal jawen. dia ngekos di surabaya yang bikin aku sering angkut dia buat nginep di tempat aku. sering juga aku jemput dia buat cuma asal keluar tak ada tujuan. hahaha jangan bosen yaa mik sama jemputankuu :3

Foto bertiga sama umik sama eitss aku belum cerita tentang sarah. anak yang sering dipanggil pelor sana temen-temen karena kerjaannya nempel molor sampai telat masuk kuliah haha. kayak mbak sun dia juga Jakarta dan juga angkatan 2013 tapi cuman jarak dua bulan sama aku haha. *dia yang muda tau aku yang tua -.-*


Komski anak selalu obses sama nikah muda, karena udah ounya calon tuh. selalu nempatin diri kayak mama yang sayang banget sama anaknya kalo sama temen-temen. udah deh cocok banget kalo udah jadi mama-mama. :3 Kalo yang kanan tuh tinut. tina tun ga beda jauh haha muka tembem badan ginuk-ginuk bikin mirip sama tina tun. suka gemes kalo sama tinuuut.


Ini foto muka ekspresi freak haha yang awalnya tanpa dina *cari muka yang belum aku posting sebelumnya* karena dia suka sok imut kalo foto hahah :p liat deh mukanya paling maksa haha. sama kayak funny ajeng dan tinut, dia juga tergabung di geng sidoarjo.

huwaaaa! itu tadi sedikit cerita tentang temen-temen baruku. berharap bisa ya temenan terus yaa huehehe. say Hello! Hello! Hello! :3


kapan kapan bakal cerita lagi guys, sekarang mau bocan duluu haha.
Bye!

Sabtu, 11 Agustus 2012

Inilah Attitude Menjadi Manusia yg Baik

1. Ketulusan
Menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai, karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.